OPTIMIZING COOPERATIVE MODELS FOR CIVIL SERVANTS: A STRATEGIC APPROACH TO ECONOMIC EMPOWERMENT IN KUTAI KARTANEGARA
1) Mubarak, 2) Habib Zainuri, 3) Santi Eka Panasiah, 4) Taufikur Rohman, 5) Joko Sabtohadi
1,2,3,4) Universitas Kutai Kartanegara
5) BRIDA Kutai Kartanegara
E-mail: hajimubarak82@gmail.com
ABSTRACT.
The development of cooperative institutions among civil servants has been recognized as an effective strategy to improve financial security and economic stability. This study analyzes the feasibility of establishing a Cooperative for Civil Servants (Koperasi ASN) in Kabupaten Kutai Kartanegara by evaluating its potential, challenges, and strategic approaches. Using a quantitative descriptive approach, the research surveyed 387 ASN across different regional zones—Pesisir, Tengah, and Hulu—to determine their preferences regarding cooperative models. The results indicate that the Savings and Loan Cooperative is the most favored model, reflecting ASN’s urgent need for accessible and affordable financial services. Additionally, Production and Marketing Cooperatives gained substantial interest as ASN seek opportunities for economic diversification and entrepreneurial activities. The study highlights the critical role of government support, digital transformation, and cooperative governance in ensuring success. Findings suggest that a zonal approach to cooperative development may optimize participation and sustainability, fostering economic resilience among ASN.
Keywords: Cooperative, Civil Servants, Financial Security, Economic Development, Kutai Kartanegara
ABSTRAK
Pengembangan lembaga koperasi bagi pegawai negeri sipil telah diakui sebagai strategi efektif dalam meningkatkan keamanan finansial dan stabilitas ekonomi. Penelitian ini menganalisis kelayakan pembentukan Koperasi ASN di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan meninjau potensi, tantangan, serta strategi pengelolaan yang tepat. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 387 responden ASN dari berbagai zona—Pesisir, Tengah, dan Hulu—untuk mengetahui preferensi mereka terhadap model koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Simpan Pinjam menjadi pilihan utama, menandakan kebutuhan mendesak ASN akan akses layanan keuangan yang mudah dan terjangkau. Selain itu, Koperasi Produksi dan Pemasaran mendapat perhatian besar karena meningkatnya minat ASN terhadap diversifikasi ekonomi dan aktivitas wirausaha. Studi ini menegaskan pentingnya dukungan pemerintah, transformasi digital, dan tata kelola koperasi dalam menjamin keberhasilan koperasi ASN. Hasil penelitian menyarankan bahwa pendekatan zonasi dalam pengembangan koperasi dapat meningkatkan partisipasi dan keberlanjutan koperasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi ASN.
Kata Kunci : Koperasi, Aparatur Sipil Negara, Keamanan Finansial, Pembangunan Ekonomi, Kutai Kartanegara
