INOVASI AGRIBISNIS PADI SINAR PURNAMA (SOLUSI PERTANIAN BUMDesa SUMBER PURNAMA)

AGRIBUSINESS INNOVATION OF PADI SINAR PURNAMA (BUMdesa AGRICULTURE SOLUTIONSPURNAMA SOURCE)
1). Arista Damayanti,2). Maman Setiawan, 3).Aini
1) Universitas Kutai Kartanegara
2,3). Brida Kutai Kartanegara
aristadamayanti@unikarta.ac.id

ABSTRACT

The development of rice agribusiness through the “Sinar Purnama” innovation is a strategic effort to improve productivity and farmer welfare in Loh Sumber Village, Kutai Kartanegara Regency. This innovation responds to critical challenges in the agricultural sector, including declining crop quality and low paddy productivity. Initiated by BUMDesa Sumber Purnama, the program integrates the entire agricultural value chain from upstream to downstream, involving the provision of superior seeds, fertilizers, pesticides, and technical cultivation assistance. “Sinar Purnama” successfully increased productivity from 3.5 tons/ha to 6.5 tons/ha, significantly enhancing farmers’ income. Collaboration with financial institutions such as BPD Kaltimtara has expanded farmers’ access to capital, while agricultural insurance institutions offer protection against production risks. Additionally, BUMDesa Sumber Purnama acts as an offtaker, securing market access and ensuring fair price protection for farmers’ harvests. The success of “Sinar Purnama” not only leads to increased production and productivity but also contributes to improving the overall welfare of farmers. This model is expected to be replicated in other agricultural areas of Kutai Kartanegara Regency to promote sustainable rice agribusiness development and strengthen local food security.

Keywords: agricultural innovation, BUMDesa partnership, agricultural productivity, farmer welfare, Kutai Kartanegara Regency.

ABSTRAK

Pengembangan agribisnis padi melalui inovasi “Sinar Purnama” merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Desa Loh Sumber, Kabupaten Kutai Kartanegara. Inovasi ini merespon tantangan serius dalam bidang pertanian, termasuk penurunan kualitas hasil panen dan rendahnya produktivitas gabah. Dengan melibatkan kemitraan BUMDesa Sumber Purnama, inovasi ini mengintegrasikan seluruh rantai nilai pertanian dari hulu hingga hilir, mencakup penyediaan benih unggul, pupuk, pestisida, serta pendampingan teknis budidaya. Inovasi “Sinar Purnama” berhasil meningkatkan produktivitas dari 3,5 ton/ha menjadi 6,5 ton/ha, yang berpotensi signifikan untuk meningkatkan pendapatan petani secara substansial. Kolaborasi dengan lembaga keuangan seperti BPD Kaltimtara memberikan akses lebih luas terhadap modal bagi petani, sementara lembaga asuransi turut memberikan jaminan atas risiko produksi. BUMDesa Sumber Purnama sebagai offtaker hasil panen memastikan pasar yang stabil dengan jaminan harga yang menguntungkan. Keberhasilan “Sinar Purnama” tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi dan produktivitas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani secara keseluruhan. Diharapkan bahwa model ini dapat diadopsi dan direplikasi di daerah lain di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendukung pembangunan agribisnis padi yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan pangan lokal.

Kata kunci: inovasi pertanian, kemitraan BUMDesa, produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, Kabupaten Kutai Kartanegara.