ALIGNMENT AND DEVELOPMENT OF TOURIST DESTINATIONS THROUGH INCREASING CULTURAL DIVERSITY IN KUTAI KARTANEGARA REGENCY PROV. KALTIM
1). Daryono,S.Sos.,M.Si.,Ph.D, 2). Dr.Finnah Fourqoniah,S.Sos.,M.Si, 3). Adietya Arie Hetami, S.Sos.,M.AB,
4). Faries Althalets,S.Par.,MM, 5). Arista Damayanti, 6). Aini,
1,2,3,4). Universitas Mulawarman
5). Universitas Kutai Kartanegara
6). Brida Kutai Kartanegara
ABSTRACT
Kutai Kartanegara Regency holds significant cultural and historical value as the former center of the Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultanate. This study aims to identify the existence and contribution of the sultanate in supporting the development of culture- based tourism in Tenggarong District. Employing a qualitative approach with descriptive analysis, the study evaluates tourism potential using the 4A framework: Attractions, Accessibility, Amenities, and Ancillary services. Findings indicate that aligning historical narratives with cultural diversity and strategic promotion can enhance the competitiveness of regional tourism. One notable development is the Mahakam River cruise, which integrates cultural richness, historical value, and natural beauty. This form of tourism holds promise as a leading international destination if managed sustainably and professionally. Additionally, the study produced several important outputs such as tour packages, booklets, pamphlets, and promotional videos, which serve as tools for broadening public awareness and interest in the destination.
Keywords: Kutai Sultanate, cultural tourism, cultural diversity, Mahakam River, destination development
ABSTRAK
Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki potensi budaya dan sejarah yang sangat besar, mengingat daerah ini merupakan bekas pusat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi eksistensi dan kontribusi kesultanan dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kecamatan Tenggarong. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, kajian ini menilai potensi destinasi melalui kerangka analisis 4A (Attractions, Accessibility, Amenities, dan Ancillary). Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi antara cerita sejarah, diversitas budaya, dan promosi yang terarah dapat meningkatkan daya saing pariwisata daerah. Salah satu bentuk implementasi konkret dari diversifikasi budaya adalah pengembangan wisata susur Sungai Mahakam yang menggabungkan kekayaan budaya, nilai historis, dan pesona alam. Wisata ini berpotensi menjadi destinasi unggulan berskala internasional apabila dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan. Selain itu, kajian ini menghasilkan berbagai luaran penting seperti paket wisata, booklet, pamflet, serta video promosi yang berfungsi sebagai media pengenalan destinasi kepada khalayak yang lebih luas.
Kata Kunci: Kesultanan Kutai, pariwisata budaya, diversitas budaya, Sungai Mahakam, pengembangan destinasi
